Kamis, 25 Oktober 2012

perempuan #2

dalam postingan sebelumnya perihal perempuan dengan judul perempuan #1 aku sengaja memberi tanda pagar yang menandakan bahwa akan ada episode seterusnya perihal perempuan...

setelah sebelumnya kacau dengan segala ketiba-tibaan yang melanda dalam garis keras keperempuananku, kini segala kembali mengajak kepada aliranku yang biasa, normal, yang tidak terhuyung-huyung dalam keentahan yang biasanya. dalam garis kenormalan kali ini, aku kembali menilik bahwa benarlah sudah, menjadi perempuan itu seru, asik, dan menyenangkan. menjadi perempuan memanglah sebuah anugerah yang patut-patut-patut disyukuri. dalam hingar bingar keentahan dan apa saja yang menguap secara pandai mengisi jiwamu, percayailah saja bahwa menjadi perempuan itu berbeda. menjadi perempuan itu magis, ajaib. perempuan itu ajaib, perempuan itu... sejuk...
menjadi perempuan~seorang perempuan, kau akan tahu bagaimana kesederhanaan dalam garis kerasmu, dalam segala keentahanmu, dalam segala riuh rendahmu yang sengaja kau ciptakan, dalam segala rasa cukup dan syukurmu. sebuah keberuntungan adalah mengenal banyak perempuan hebat dalam alirannya masing-masing, meski bisa saja mereka terhuyung, mereka terambing, tetapi mereka bisa (saja) telah sempurna menjadi apa yang salah satu orang sebut sebagai aktualisasi diri. mereka berhasil bagaimana terlihat tegar, kuat, dan hebat! dalam aliran mereka masing-masing, dalam keterlibatan mereka masing-masing dalam alur yang diciptakan oleh suasana. mereka bisa bagaimana menjadi yang seharusnya dari satu kacamata (setidaknya).

berbahagialah, perempuan-perempuan hebat. setidaknya kalian menginspirasi. setidaknya kalian telah berhasil meruntuhkan ketiadaan bahwa menjadi perempuan adalah tabu, bahwa menjadi perempuan adalah semu, bahwa menjadi perempuan hanyalah menyongsong ketiadaan. dan sesungguhnya tidak. menjadi perempuan adalah sebuah keluarbiasaan.

untuk perempuan-perempuan di luar sana... berbahagialah, hanya karena kita~perempuan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar