Kamis, 13 Desember 2012

opini proposal... (toh saya tidak punya target lulus cepat. normal ajalah...)

toh saya tidak punya target lulus cepat. normal ajalah...


beberapa jam lagi saya akan ujian proposal...
baca ini dengan background bahwa saya yang menulis tulisan ini, saya siap ujian proposal, ya disiap-siapin, saya sebenarnya ragu pada awalnya untuk mendaftar ujian lalu saya tunda seminggu untuk melakukan revisi pribadi, saya sangati sungguh santai dengan apa yang akan saya hadapi di ujian nanti, dan pada akhirnya saya ikhlaskan hati untuk ujian proposal, saya sadar betul kemampuan saya yang pas-pas-an maka saya putuskan bahwa ujian proposal adalah langkah yang tepat, ya anggap saja begitu, untuk memulai pandangan yang lebih baik perihal penelitian yang akan saya jalani...
tulisan ini lahir karena keisengan saya meneruskan apa yang sudah saya tulis di twitter. ya, bukan saya tidak sepakat. atau saya berada di sayap yang mana (toh pada akhirnya dua sayap juga kan yang menerbangkan burung) tapi saya (maaf) risih saja mendengar omongan, obrolan, cemoohan, hinaan, pujian, tanggapan, atau apapun itu yang bersangkut paut dengan anak-anak jurusan seangkatan yang sudah memulai skripsi, bahkan sudah ujian proposal. ya, mungkin menjadi menarik ketika ujian proposal ini diadakan seolah-olah serentak, seolah-olah ngantri, seolah-olah kami ini yang hendak ujian adalah mahasiswa buru-buru yang beranggapan bahwa skripsi adalah balapan. TO ME: IT'S BIG NO! ONCE AGAIN! BIG NO!
saya pernah mengulas soal skripsi di blog ini, tapi saya malas untuk mengulasnya berulang-ulang, dan untuk hal ini, mungkin juga sekali ini saja. tolong dipahami, dengan banget, bahwa ujian proposal hanyalah sebuah proses menuju revisi yang lebih baik, bukan balapan. IT'S BIG NO! jujur, saya kurang paham apa yang melintasi pikiran anda-anda yang beranggapan demikian, dan dengan bijaknya berkata "yang cepat belum tentu tepat, yang lambat lebih akurat". oh, oke. dari sini saya tahu darimana kata balapan kemudian lahir. anda-anda menggunakan kata cepat dan lambat. oh yaaa, tolong sekali lagi tolong, jika saya mau, saya akan ajak anda-anda berbicara, jika kami-kami adalah kesalahan dalam menerbangkan sayap kami lantas keseimbangan burung ini goyah lantaran kami terbang terlalu tinggi, tolong tunjukkan di mana letak kesalahan kami-kami, agar kami-kami tahu. sedikit banyak saya berusaha mewakili suara-suara yang tak terungkap, yang tak terwakilkan.
belum lagi ungkapan satu ini, "lulus cepat mau jadi apa?" seolah-olah yang lulus cepat tidak punya daya. tapi mereka-mereka yang lulus cepat dan itu bukan kebetulan juga punya kehidupan. mereka punya mimpi. mereka punya masa depan. oh saya hanya minta tolong, buka mata lebih lebar agar kita tahu, apa yang terjadi di sekitar, dan jangan persempit sekitar dengan pikiran kita saja...
ini baru ujian proposal, yang kebetulan seperti serentak. oke, sebut saja tulisan saya kali ini nyolot. tapi kami-kami juga berhak dong menyampaikan apa yang kami rasa. kami-kami slow kok. akhir kata, berilah semangat, saling menyemangati, jangan saling menghina, tetap semangat kawan...


toh saya tidak punya target lulus cepat. normal ajalah...
ini ceritaku, apa ceritamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar