Rabu, 22 November 2017

JALAN-JALAN KE BATU BERSAMA SUAMI

Tanggal 19 - 22 Juli 2017 yang lalu saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Batu bersama suami. Sebetulnya masing-masing dari kami pernah ke Batu dengan objek wisata yang sama seperti yang kami kunjungi waktu Juli lalu. Tahun 2016 saya ke Batu bersama rombongan keluarga besar Lapas & Bapas Bojonegoro sedangkan suami sudah beberapa kali ke Batu bersama teman-teman gamers-nya. Karena yang ada di pikiran kami hanya "Malang", ya sudah kami putuskan untuk mengambil cuti dan segera cap-cus ke Malang, yang ternyata Batu.

1. Hari Pertama

 "Halo Batu, tunggu kami ya!"
(tengah malam menunggu kereta di Stasiun Tugu, Yogyakarta)













Setelah mengecek homestay kami yang berlokasi di Batu sekaligus untuk menaruh barang, perjalanan kami lanjutkan dengan langsung turun ke Malang untuk kemudian singgah ke beberapa teman kami yang ada di kota apel tersebut. Salah satunya teman kerja saya ini. Sobat seperjuangan, teman satu angkatan di Kemenkumham. Mbak Feny. Selain itu kami juga sempat mampir ke rumah teman gamers-nya suami, dan juga ke rumah saudara sepupu suami yang ada di sana.

Bakso President. Penasaran dengan citarasa bakso legendaris satu ini, Bakso President. Rasanya enak, namun sayang sekali waktu itu kuah baksonya kurang panas. Tapi kalau saya memiliki kesempatan untuk ke Malang lagi dan ditawari makan bakso ini lagi saya pasti bilang YA! Yang unik dari Bakso President ini adalah letaknya yang sangat mepet dengan rel kereta api, jadi hati-hati ya harus tengok kanan dan kiri kalau mau menyeberang.

 

Batu Night Specacular (BNS). Kebetulan lokasi BNS cukup dekat dengan homestay kami maka dari itu suami saya mengajak saya berjalan kaki sekalian olahraga. Alhasil saya malah keringetan, dan begitu naik wahana pertama (waktu itu spinner dilanjutkan kora-kora) saya hampir "mabok" karena perubahan suhu yang cepat dalam diri saya. Sudah buru-buru pengen balik homestay saja waktu itu karena merasa super meriang, tapi karena suami tahu saya ingin menaiki semua wahana maka suami mengajak saya untuk beristirahat di food court sambil makan dan minum yang panas-panas. Termakan? Terminum? Tidak sama sekali, saya pusing banget. Akhirnya cuma Tolak Angin yang terminum. Setelah agak baikan, suami mengajak saya duduk di sekitar wahana sambil menunggu pemulihan saya, alhamdulillah saya masih diizinkan Allah untuk menaiki semua wahana. Kira-kira sekitar 90% semua wahana saya jajal baik yang sudah termasuk tiket terusan, maupun yang harus mengeluarkan biaya tambahan. Seru? Banget! Tapi saya kapok naik wahana yang tiba-tiba diluncurkan ke atas terus tiba-tiba ditarik ke bawah (lupa namanya), jantung kayak mau copot, kalau yang lain masih oke :)

Oh ya, sepulang dari BNS saya dan suami masih sempat ke Alun-Alun Kota Batu untuk mencicipi ketan legendaris. Pos Ketan Legenda 1967. Super enak. Saya mencoba varian rasa Duren Campur Susu & Keju. Juara!

2. Hari Kedua

Hari kedua kami habiskan di Jatim Park 2: Eco Green Park, Batu Secret Zoo, dan Museum Satwa. Lumayan seru. Di Eco Green Park kami menyewa sebuah E-Bike, lumayan membantu dan tidak bikin capek. Di Eco Green Park kami sibuk mencoba wahana permainan, karena kami sama-sama belum pernah masuk Eco Green Park. Selain itu di Eco Green Park juga ada tempat Spa Ikan, di manapun tempat yang saya kunjungi kalau ada Spa Ikan kaki saya tidak pernah absen untuk nyemplung, hehehe.





Sementara itu, di Batu Secret Zoo dan Museum Satwa energi saya sudah habis, jadi tak terlalu antusias lagi. Terlebih pernah ke sini pada tahun lalu. Pulang dari sini sempat membeli beberapa oleh-oleh kaos-kaos buat keponakan.


Saat di Museum Satwa. Maafkan ketidakjelasan kami.


Malam harinya kami kulineran di Bebek Sinjay Madura yang ada di Malang. Kami harus turun lagi nih dari Batu ke Malang. Tak masalah karena kebetulan saya dan suami penggemar kuliner satu ini. Kebetulan juga pernah makan Bebek Sinjay langsung di Madura. Enak. Sambelnya Pencit-nya juara, meski saya tak begitu suka pedas sih.

Pulang dari Bebek Sinjay, perut kami yang seperti karet masih minta diisi lagi, mungkin akibat diterpa dinginnya malam ya, hahaha, kami lanjutkan perjalanan kuliner di Kedai Burger Buto yang berada di Batu. Tapi sayang, saya lupa foto kedainya.


3. Hari Ketiga

Karena citarasa ketan di Alun-Alun Batu sungguh memukau, saya putuskan untuk sarapan ketan di sini. Untungnya suami juga suka, jadi tidak masalah pagi-pagi sarapan ketan. Saya pilih menu yang sama seperti dua hari yang lalu, yaitu Ketan Durian dan Susu tapi tanpa Keju. Sedang suami, saya kira waktu itu suami saya pilih topping abon. Dari situ saya baru tahu kalau Pos Ketan di Alun-Alun Batu ternyata buka selama 24 jam.



Karena kebetulan itu hari Jum'at maka saya dan suami memutuskan untuk tidak ke mana-mana (suami harus sholat Jum'at) jadi dari pagi sampai menjelang siang, waktu kami habiskan dengan membeli oleh-oleh makanan untuk dibawa pulang besok pagi. Barulah pada sore harinya kami menuju Museum Angkot dan penuh dengan kegiatan swafoto di sana. Meski ini kali kedua bagi saya dan suami saya ke sini, kami tetap antusias, entah kenapa, mungkin karena siang hari kami tidak kemana-mana, jadi energi masih utuh :)







Sepulang dari Museum Angkot, kami makan malam daaan memutuskan untuk membeli beberapa Burger Buto lagi. Hahaha. Rasa-rasanya semua varian harus dicoba. Atau memang perut kami yang terbuat dari karet.



4. Hari Keempat

Saatnya pulang. Oh iya ini penampakan homestay kami (cari-cari di Traveloka), selain itu kami juga sewa motor di sini. Setiap pagi kami diberi susu segar hangat dan pisang goreng enak oleh pemilik homestay. Tak ketinggalan juga stock Pop Mie gratis yang juga merupakan fasilitas homestay ini.

Saatnya pulang. Tinggal capeknya aja, tapi seneng. Sampai jumpa Batu & Malang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar