Selasa, 21 November 2017

ketika "quotes" menjadi boomerang

gambar diambil dari google
hayo, pasti kita sering melihat quote ini berseliweran di media sosial kita, ngaku? baik diposting di medsos atau juga dipasang sebagai profile picture. quote yang satu ini adalah quote yang cukup populer di kalangan penikmat quote sejagat media sosial, yang saya tahu.

kali ini saya tidak bermaksud memperpanjang ataupun melebarkan makna dari quote ini. tapi saya ingin mencoba mengulik sisi lain dari susahnya mengemban amanah sebuah quote yang diposting di medsos. kenapa?
jujur saja, saya sedikit gagap apabila berpapasan dengan quote ini, di sisi lain ketika kita posting quote ini, bisa diasumsikan bahwa quote ini adalah pengingat agar diri kita tidak terlalu menampak-nampakkan pencapaian yang tengah diraih, dari hal sederhana berupa keseharian maupun beragam aktivitas yang menunjang kehidupannya kelak. namun di sisi lain, karena segala macam aktivitas maupun pencapaian berpotensi membuat orang lain yang belum bisa berada dalam situasi tersebut menjadi ciut nyalinya, menjadi sedih, menjadi iri. bahaya ya?

quote ini bisa juga digunakan sebagai sindiran halus bagi lingkungan sekitar yang dirasa terlalu berlebihan dalam mengekspose dirinya. dirasa tidak perlu, dirasa hanya menimbulkan iri dengki?

siapa yang harus berbenah kemudian? kami yang melihat, atau kami yang berbagi kisah. masa yang boleh berbagi kisah keseharian dan pencapaian hanya artis? bagaimana jika ternyata kisah keseharian atau pencapaian kita bisa berguna bagi orang lain?

saya rasa, bolehlah kita berbagi keseharian dan pencapaian, dan apabila itu membuat orang lain tidak nyaman, mungkin ada yang salah dengan hati yang bersangkutan, sederhananya, tidak usah klik tombol ikuti jika akun-akun tersebut kita anggap tidak menghadirkan faedah.

kita ambil manfaat lainnya, pengalaman dari membaca dan melihat situasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar