Rabu, 22 November 2017

PERSIAPAN 11 DESEMBER 2016 (SATU TAHUN LALU)

Yup, bulan ini saya sengaja ingin melakukan putar ulang memori tentang persiapan pernikahan saya dengan suami saya yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2016 di Wisma Kagama, Yogyakarta. Hampir satu tahun rupanya, waktu berjalan begitu cepat ya. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara dari akad hingga resepsi berjalan lancar...


11 Desember 2016

Sejak kapan seluruh persiapan dilakukan? Saya lupa tepatnya, tapi jika saya kira-kira, persiapan yang kami lakukan memakan waktu kurang lebih tujuh bulan menjelang pernikahan. Singkat ya? Tergantung. Sesingkat apapun persiapan dan bagaimana pun hiruk pikuk menjelang pernikahan, tidak akan terasa jika semua sudah terlewati. Bismillahirrahmanirrahiim...


1. Kami tidak memakai Wedding Organizer (WO)
Ya, kami tidak memakai WO. Semua kami urus sendiri (tentu dengan bantuan seluruh keluarga, terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh keluarga besar kami) suka & duka dipikul bersama, dibagi rata. Selain itu alasan kami tidak memakai WO adalah: untuk menghemat biaya (meskipun sebagian besar biaya masih ditanggung orang tua).

2. Pencarian Gedung
Awalnya kami ingin melangsungkan akad dan resepsi di tempat sebut saja A, B, C, D namun pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan Wisma Kagama UGM sebagai tempat akad dan resepsi karena di tempat sebut saja A, B, C, D, sudah fully booked oleh para calon pengantin lain jauh hari sebelum tanggal pernikahan mereka. Kalah cepat nih. Hahaha. Kami bisa dapat Wisma Kagama pun di detik terakhir sekitar lima bulan sebelum tanggal pernikahan, itu pun karena mendadak ada calon pengantin yang mendadak membatalkan jadwalnya pada hari itu. Oh ya, khusus untuk KAGAMA bisa dapat diskon gedung (tidak termasuk perlengkapan lain) dengan syarat menyertakan foto copy Kartu KAGAMA kalian. Alhasil, saya dapat diskon deh, lumayan, tapi lupa berapa persen, sepertinya 20% (CMIIW).
Saran saya nih: kalau memang sudah pasti tanggal pernikahan kalian, segera pesen/ booking tempat. Karena calon manten zaman now itu gerak cepatnya luar biasa cepat lho. Kami termasuk mepet pesan gedungnya karena sehabis lamaran baru sibuk sana-sini cari gedung.

3. Menemukan Catering, Dekorasi & Hiburan serta Pranotocoro dalam Satu Waktu :)
Kami memakai catering SARI DEWI yang berdomisili di Denggung, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Waktu itu yang pegang acara kami dari Sari Dewi adalah Mas Budi yang kebetulan sudah kenal baik dengan ibu mertua. Mas Budi ini orangnya baik, ramah, dan kooperatif, bahkan bisa dikatakan Mas Budi ini "WO Bayangan" di dalam acara kami. Bagaimana tidak? Dari catering, dekorasi, hiburan, dan Pranotocoro, semua kami pasrahkan kepada Mas Budi. Sampai bikin grup WA isinya saya, suami saya, dan Mas Budi. Terima kasih banyak ya Mas Budi atas bantuannya :)

salah satu sudut catering, pink around, hahaha

Untuk dekorasi kami pakai "LARISA" milik Mas Totok yang juga temannya Mas Budi. Sebelumnya saya dan suami sudah berusaha nembusi ke dekor A, tapi karena waktu yang cukup mepet maka pada tanggal tersebut dekor A sudah tidak bisa menerima pesanan. Padahal waktu itu empat bulan sebelum Desember lho, sudah penuh saja (kami anggap waktu empat bulan masih cukup untuk pesan ini-itu, ternyata tidak). Hahaha. Untuk dekor, saya pribadi minta gebyok cokelat agar Jawa banget. Malam sebelumnya, ada aksen seperti kain di gebyoknya, tapi karena saya nggak suka, saya minta tolong agar dicopot saja.

pelaminan: tampak samping


Untuk Hiburan serta Pranotocoro semua juga dicarikan oleh Mas Budi, yang saya ingat Pranotocoro pada acara saya tersebut bernama Pak Agung Carito. Tata bahasa beliau bagus. Jawa banget. Sedangkan untuk hiburannya, saya nggak konsen karena sibuk salaman di pelaminan, hahaha. Tapi kayaknya musik campur sari (berbekal melihat video pernikahan yang saya skip-skip). Oh ya sebelumnya sudah saya titip pesan lewat Mas Budi agar para penyanyinya memakai baju yang sopan.

Pranotocoro: Agung Carito

4. Perburuan Singkat si Kain
Butuh dua kali sesi bagi kami untuk mempersiapkan kebutuhan kain. Yang pertama untuk keluarga, dan yang kedua untuk kami sendiri. Semua dibeli di toko kain di Jalan Solo, Yogyakarta. Sesi pertama, saya bersama ibu yang juga tidak suka ribet-ribet langsung meluncur ke Mac Mohan, memilih beberapa kain, kemudian memutuskan untuk membelinya. Sebelum pulang saya dan ibu sempat ke toko kain seberang Mac Mohan sebagai tambahan referensi membeli kain untuk kebaya akad saya nanti. Sesi kedua (sekitar satu minggu setelahnya) saya bersama suami menuju di toko kain seberangnya Mac Mohan, Mumbay Textile kalau tidak salah. Di sana saya beli bahan untuk kebaya akad, sedangkan suami saya membeli bahan untuk satu stel jas.
Saran saya nih: kalau memang kalian punya banyak waktu, atau memang domisili di Jogja, sangat bisa untuk berkeliling dari satu toko ke toko lain untuk menemukan kain yang dirasa paling pas di hati. Karena saya tidak memiliki keduanya pun selera saya terhadap fashion sangatlah kurang maka seluruh kegiatan kami lakukan dengan efektif dan efisien. Sat, set, sat, set. Beres.


5. Memilih Dokumentasi
Kami memilih Mr. Catch Photography sebagai vendor kami dalam hal dokumentasi. Meskipun bukan vendor besar, mereka bekerja dengan cukup baik dengan hasil yang cukup memuaskan. Kami bahkan  mendapat seluruh soft file secara cuma-cuma, baik foto yang sudah diedit maupun yang masih mentah. Selain itu kami juga dapat album foto tematik, album foto biasa, dan video lengkap dari akad hingga resepsi, serta jeng-jeng-jeng wedding clip (yang sedang kekinian itu). Tidak cukup sampai di situ, kami juga dapat bonus foto prewedding dari Mas Bayu ownernya @mr.catch_photography (akun IG dari Mr. Catch). Untuk hasilnya, bisa dilihat dari beberapa foto yang saya unggah di sini.
Saran saya nih: Ceritakan semua konsep foto yang kamu inginkan, bisa juga pesan untuk tidak memasukkan foto tanpa jilbab di dalam album maupun video (pada saat rias). Untuk memudahkan komunikasi kami dengan Mas Bayu, saya membuat grup WA yang isinya kami bertiga. Di situ kadang saya memberikan contoh konsep foto yang saya inginkan kepada fotografer saya ini.

6. Paket Undangan, Souvenir, dan Buku Tamu
Undangan, souvenir, dan buku tamu kami pesan di "rscard souvenir" (Mbak Elisa). Silakan diklik jika ingin meluncur ke webnya. Cara kami menemukan Mbak Elisa ini lewat teman suami dengan harapan dapat diskon. Dan akhirnya kami dapat diskon juga, alhamdulillah. Mbak Elisa ini juga sangat baik, mau beberapa kali mengedit EYD yang kami rasa kurang tepat (tentu saja sebelum naik cetak). Maafkan keribetan kami (terutama saya) soal EYD ya Mbak. Hihihi. Untuk design, kami design sendiri lho, dan Mbak Elisa yang mencoba menjembatani keinginan kami tersebut.

Undangan kami
Souvenir: Kipas
Saran saya nih: kalau kalian punya waktu banyak, bisa aja cari vendor yang berbeda untuk tiap itemnya. Tapi karena keterbatasan jarak dan waktu, kami memutuskan untuk memilih memesan undangan, souvenir, dan buku tamu dalam satu tempat. Hemat waktu, hemat biaya, hemat tenaga. Selain itu jangan lupa bikin grup WA dengan masing-masing vendor biar komunikasi bisa dua arah dan semua pihak bisa ikut paham kemauan kita.


7. Mas Kawin dan Seserahan
Untuk mas kawin dan seserahan saya pesan di Omah Undangan dan Galeri Seserahan Jogja. Omah Undangan sendiri buka beberapa gerai, dan saya pesan yang ada di Jalan Affandi (Jalan Gejayan), Yogyakarta. Untuk seserahannya, kami percayakan kepada Mbak Eni Galeri Seserahan Jogja. Pengerjaan cukup cepat dan teliti. Boleh dicoba.
IG: @omahundangan
IG: @galeriseserahan_jogja

Salah satu seserahan berupa sandal njagong dan tas njagong yang sudah dibungkus rapi oleh Galeri Seserahan Jogja

8. Rias Paes Ageng Kanigaran Muslim dan Adat Panggih
Paes Ageng Kanigaran Muslim. Pernikahan Jawa banget yang merupakan impian saya sejak lama. Sebagai informasi, riasan di kepala lumayan berat, bajunya berlapis-lapis sehingga yang sudah punya badan seperti saya bakal terlihat makin penuh. Selain pakai kemben untuk membentuk badan, kita juga harus pakai dodot lho, sehabis itu baru dibalut kain beludru hitam. Bagus, cantik, saya suka baju dan riasannya. Lain waktu akan saya coba tulis bagaimana filosofi Paes Ageng Kanigaran ini.
Setelah akad nikah, saya dan suami berganti pakaian untuk kemudian menjalani Prosesi Adat Panggih. Di mana manten kakung dan puteri dipertemukan sebelum naik ke pelaminan, filosofinya menyusul di waktu lain ya. Semoga.
Bagi yang ingin mengenakan riasan Paes Ageng Kanigaran dengan harga yang tidak terlalu melambung saya berani menyarankan untuk bekerja sama dengan Rias Ayu Daruasih. Bajunya bagus, berkualitas, riasannya juga awet sampai akhir acara. Terima kasih banyak Mbak Dima, Ibu Eni, dan team atas bantuannya.

Paes Ageng Kanigaran Muslim

9. Persiapan Administrasi
Jangan lupa, persiapkan kebutuhan administrasinya. Bisa tanya-tanya ke KUA terdekat (pada saat nulis ini saya sudah capek, hahaha maaf, lain kali kalau sempat edit akan saya perbaiki).

10. Pengecekan Kesehatan dan Vaksin
Bagi teman-teman yang dalam waktu dekat akan menikah, persiapkan dirimu dan juga pasanganmu, baik secara fisik maupun mental. Bismillahirrahmanirrahiim. Insha Allah segala niat baik akan diberikan kemudahan dan kerahmatan dari Allah SWT. Aamiin.



Akhir kata, terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah membantu jalannya pernikahan kami pada tanggal 11 Desember 2016 yang lalu. Terutama kepada kedua orang tua kami. Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dari kami sekeluarga. Tak lupa kami sampaikan matur sembah nuwun kepada para tamu undangan, teman-teman, juga sahabat yang hadir untuk memberikan doa restunya kepada saya dan suami, mohon maaf apabila sambutan kami kurang berkenan di hati para tamu, teman-teman, dan juga sahabat sekalian.

Salam,
Yusrin & Galih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar